Mendesain untuk tiga bahasa sejak hari pertama

Jeriel Isaiah Layantara
CEO & Founder of Round Bytes

Round Bytes merilis sebagian besar produknya dalam tiga bahasa: Inggris, Bahasa Indonesia, dan Mandarin. Website kami sendiri berjalan di tiga bahasa. Tucope berjalan di tiga bahasa. Optserv berjalan di tiga bahasa. Melakukan ini dengan baik mengajarkan kami bahwa lokalisasi bukan fitur yang ditempel di akhir, tapi constraint yang kamu desain sejak file Figma pertama.
Tiga pelajaran yang kami dapat dengan susah payah:
Mandarin lebih padat daripada Inggris.
Tombol "Get Started" di Inggris bisa jadi hanya dua karakter di Mandarin. Label form yang terlihat rapi di Inggris akan terasa kosong dan canggung di Mandarin. Kami mendesain layout yang nyaman di kedua ekstrem.
Bahasa Indonesia lebih panjang dari Inggris.
Sering 30-50% lebih panjang. "Sign In" jadi "Masuk," oke, tapi "Create an account" jadi "Buat akun sekarang juga." Nav bar pecah. CTA meluber. Kalau tidak pernah dites dengan copy asli, kamu akan tahu di hari rilis.
Right-to-left? Belum, tapi siapkan.
Kami belum merilis Arab, tapi kami menulis CSS dengan logical properties (
margin-inline-start ketimbang
margin-left) agar saat klien minta, kami tidak perlu rewrite.
Lokalisasi bukan terjemahan. Itu disiplin desain. Kalau produkmu menyasar Asia Tenggara atau Greater China, percakapan ini harus terjadi di hari pertama, bukan di QA.

